maret 2025 dan porak-porandanya
tulisan ini menjadi refleksi pada 18 maret yang lalu sebetulnya. menghadapi awal maret 2025, dengan prasangka baik dan riang yang kemudian tiba-tiba menghempaskan udaranya sendiri. diam-diam dengan kesedihan yang tak bisa terucap. beberapa harapan dan doa rasanya melayang karena terlewat. ataukah memang bukan jalannya sehingga pada bagiannya, dilewati dan dilepas selepaa-lepasnya begitu saja. lalu dalam beberapa detik setelahnya, seluruh badan masuk ke dalam rendaman air mata yang sudah penuh sampai dari atas daratan tak nampak ada yang sedang berenang. di dalam sana, tentu terasa sangat sesak. menyesakkan. apalagi memang hanya berdiam diri. bingung. ia mencoba mencerna apa yang barusan terjadi. tiba-tiba harapan itu lenyap. semuanya sudah terjadi. tak bisa diulang. berulang kali telinganya berdenging kalimat, “seharusnya waktu itu...” lenyap. tanpa tanda-tanda. seolah harapannya akan menjadi nyata, nyala api idealisme miliknya tak padam walau tersenggol ketidakm...