dilingkari individu berbudi luhur adalah karunia besar
hinggap petang hari, jiwa disinggahi pertanggungjawaban; menyongsong jiwa lain setelah seharian menuntut ilmu. mengenakan biang keladi melintasi jalan raya kecil; menyelinap di antara kuda besi yang memenuhi gang tikus seukuran satu arah. habis oleh arahnya sendiri. dengan kecepatan metode pembalap dunia, gas dilajukan. yap, berhasil menjadi yang pertama dengan lorong bolong-bolong. alhasil wajah jadi retak, lalu seluruh indra bergoyang, larutan darah berpencar dan berguncang. satu kilo lagi, gerbang terlihat, tetapi penunggu belum tampak.
unuk memastikan, gadget diambil, berselancar; mengabari lokasi terkini. tak lama muncul individu yang dituju. biang keladi kembali melaju, menyusuri lorong awal mula. setelah itu, baru tersadar; gadget menghilang!
kekhawatiran memuncak—mengingat umurnya belum genap dua tahun. selayaknya anak mungil berusia sama, tentu rasanya seperti menelantarkan jiwanya. takal merana; pikiran menyempit. wira-wiri sana-sini; lupa-lupa ingat.
huft... napas panjang dikeluarkan setelah panggilan dijawab dari seberang sana. tak salah lagi, alas kaki kembali dikenakan. menyusuri hunian yang dialamatkan. benar, ini gawai yang sama! tak luput bertutur syukur padanya yang dermawan bukan main—yang pelik didapat dengan manuver.
ternyata dilingkari individu yang berbudi luhur adalah karunia besar. sungguh, Tuhan Maha Membubuhkan yang Baik. amat baik.
Komentar
Posting Komentar