semua yang berlalu akan hinggap selalu
beberapa yang jatuh dan sirna pada masa-masa yang lalu—akan selalu ada; dalam setiap lembaran bagi siapa saja yang mengabadikan. perjalanan yang pernah patah, rusak-meretak, apapun yang saling bertabrakan; menjadi kekal; saling mengampu dengan jutaan hari baru yang menunggu; kecuali jika tinta hitam mengering dan menghilang dimakan masa dan konon katanya tinggal kenangan.
lalu, masa-masa dahulu kemudian menghampiri tatkala jemarimu menyentuh halus tekstur kertas. seolah akal dan tangan saling berkirim sinyal, periode yang berbeda melambaikan tangan. berkabar lewat tulisan; lewat prakata yang selalu disematkan; lewat gelas yang sengaja menumpahkan perasaan. selayaknya dedaunan runtuh, seluruh organ yang menjadi saksi kembali berdesau. bersorak secawan. senyap. entah mau merespon bagaimana. tatkala mereka berseteru, mungkinkah semua hanya angin lalu? mengingat ini semua hanya laju-laju dimensi penuh cuai.
... sebab bukan ribuan kata yang ada di dalamnya, melainkan ribuan memori; rasa sabar, pelik, peluh, kesuh,... yang menjadikan rasa lain muncul ... dan barangkali adalah cinta yang bisa tetap bertahan, mengampu; sebagai debu di lautan pada perahu dalam pelayaran lautan.
Komentar
Posting Komentar